Pages

aaz msj. Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 29 Juni 2015

10 Tips Ini Akan Membuat Anda Paham Tarawih Menyenangkan, Bukan Kecepatan

Salah satu ibadah malam yang sering kita jumpai di bulan puasa adalah shalat tarawih. Di bagian sini kita tidak hanya mencari tentang jumlah rakaat, namun juga masih memperhitungkan yang lain.

“Di sana saja tarawihnya?”

“Memang berapa kecepatannya?”

“Sekitar 98 Kbps lah.”

“Ok, gue ke sana!”

Tunggu, tunggu, ini sedang membicarakan kecepatan tarawih apa kecepatan internet sih? Tidak mau disangkal dan tidak boleh bohong bahwa realitas masyarakat muslim kita suka mencari yang lebih cepat tak terkecuali untuk hal ibadah seperti surat tarawih.

“Lebih menyenangkan, Mas. Karena selain sehat, juga bisa segera melakukan kegiatan lain gitu,” kilahnya. Duh!

Lalu bagaimana Tarawih yang menyenangkan itu? Simak 10 tips menyenangkan berikut ini:

1. Ingatkan Dirimu Bahwa Tarawih itu Hanya Ada Satu Bulan dalam Setahun

Banyak dari kita mengeluarkan alasan untuk tidak tarawih. Dari tugas kampus yang bikin mampus, kecapekan pulang kerja, terjebak macet, dan lain sebangsanya. Padahal kalau kamu tanamkan bahwa tarawih itu hanya ada satu bulan dalam setahun pasti tidak akan kamu lewatkan.

2. Yakinkan Dirimu Pergi ke Masjid itu Bebas Stres Daripada Tarawih Sendirian

Apa yang didapatkan di masjid dibanding tempat lain? Ketenangan. Kita akan mendapatkan banyak sajian yang menenangkan seperti para jamaah yang pada tilawah jelang tarawih. Tenang karena berkumpul dengan orang-orang yang mencari ridha Allah, kultum yang mengingatkan kebaikan, gimana nggak tenang coba.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai maka dicatat baginya seperti shalat semalam suntuk.”(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah, Hadits ini dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud (1/380).

3. Jangan Terlalu banyak Makan Ketika Ifthar

Ya, semua orang Islam lapar sepanjang hari selama Ramadan. Namun bukan berarti ketika buka tiba, melihat rendang yang tersaji lezat, kolak pisang yang manis, kue pancong yang wangi kelapanya mengular dan makanan lain yang tersaji di atas meja membuat kamu tidak pernah ingin berhenti ngunyah. Sekadarnya saja, kurma jangan ketinggalan. Jangan berlebihan pokoknya. Ini bakalan nggak nyaman ketika tarawih dalam keadaan perut penuh.

“Kualitas puasamu bisa dilihat ketika buka puasa.” kata seorang teman.

4. Biar Nggak Kesepian, Pergi ke Masjid Bareng Teman-teman Atau Keluargamu

Meskipun kamu berstatus single (bisa jomblo, duda atau duda) bukan berarti kamu harus sendirian. Tanggalkan sebentar status “single fighter” mu untuk hal ini. Kalau keluarga tidak bisa atau tidak memungkinkan, kamu bisa ajak teman-teman kantor kamu untuk tarawih bareng. Selain punya teman ngobrol menuju masjid, kamu juga lebih bersemangat karena berjuang mencari pahala bersama-sama.

5. Datanglah ke Masjid Lebih Awal

Ini penting (pakai) banget. Kita tahu kalau masjid jelang Isya atau Tarawih itu bakalan cepat penuh. Selega-leganya barisan shalat tetap saja membuat kamu tidak akan nyaman jika datang belakangan. Karena kalau menunda-nunda datang ke masjid, kamu akan diserang penyakit pewe di rumah atau di rumah makan tempat kamu buka. Jadinya mager (malas gerak). Ujung-ujungnya jadi masbuker atau paling naas kamu malah nggak jadi datang ke masjid.

6. Tahu Waktu Adzan

Ada adagium bahwa orang Islam lebih teliti mendengar azan ketika bulan puasa. Yang paling diperhatikan adalah azan favorit (Maghrib) dan azan penuh debar-debar (Subuh). Namun bukan berarti melupakan azan lain apalagi Isya. Dengan memperhatikan azan ini kita bisa prepare ke masjid. Kamu bisa manfaatkan waktu luang untuk tilawah di masjid.

7. Cari Masjid Dekat Rumah Atau yang Bacaan Imamnya Bagus

Pilih-pilih masjid untuk tarawih itu penting juga lho. Ada teman memutuskan untuk tidak sholat di masjid dekat rumah karena tarawihnya cepatnya minta ampun. Baru mau rukuk udah sujud aja. Akhirnya ia rela berjuang ke masjid lain yang jaraknya jauh untuk mendapatkan tarawih yang bagus bacaan Al-Qurannya.

“Imamnya enak dan benar bacaannya, rakaatnya ngga masalah semakin banyak semakin bagus, kultum terserah mau kultum apa enggak, trus pas jeda rakaat ngga pake acara sholawat.” – Agung HP.

Kalau kamu yang tinggal di Jakarta banyak kok masjid yang menyelenggarakan tarawih satu juz, seperti di Masjid Al-Hikmah, (Bangka, Mampang, Jakarta Selatan), Masjid Al-Ikhlash, (Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan), atau di Utsmani, (Condet, Jakarta Timur) dan lainnya.

8. Jangan Abaikan Sholat Fardhu

Seru sih tarawih ramai, banyak teman. Namun bukan berarti kamu melupakan shalat Fardhu. Ada lho kadang-kadang yang sholat Isya di rumah, eh giliran sholat tarawih malah di masjid. Baiknya tentu dua-duanya di masjid. Yang fardhu tentu didahulukan.

9. Air Adalah Temanmu

Jangan lupa bawa sebotol air. Bisa beli dekat masjid atau bawa dari rumah. Karena tarawih cukup bikin haus. Apalagi yang tarawihnya satu juz, sepertinya wajib bawa deh, biar nyaman.

10. Nggak Masalah Bawa Anak Kecil

Dilema bagi orangtua ketika harus mengajak anak ke masjid. Di sisi lain ingin khusuk beribadah, sisi lain harus menjaga anak agar tidak berlarian di masjid yang bisa mengganggu jamaah lain.

“Yang utama sich suasana kondusif (nggak rame suara bising, tangisan anak-anak), Yah paling nggak bisa dikondisikan oleh panitia, apakah di berikan tempat khusus anak-anak (pengalaman ana di masjid Baiturahman Pertamina di Prabumulih dulu mereka menyedikan ruangan khusus anak-anak) sehingga tidak mengganggu jama’ah,” – Titis As-Sausan.

Kabar baiknya, di beberapa masjid menyediakan tarawih khusus anak-anak di tempat yang sudah disediakan panitia. Kalau kemungkinan pahit, ya, tarawih sembari memantau anak dijeda rakaat baru.

Nah, itulah 10 tips yang sudah kamu baca dan bisa kamu pertimbangkan untuk dijalankan. Karena ibadah bukan tentang kecepatan, tapi tentang ketenangan.

Senin, 22 Juni 2015

CARA AGAR MULUT TETAP WANGI SAAT PUASA

saat puasa merupakan salah satu masalah yang dialami oleh banyak orang. Bau yang terlalu menyengat bisa membuat orang lain maupun diri sendiri jadi tak nyaman saat berbicara.

Menurut dokter gigi Mia Gracia, ada beberapa hal pemicu bau mulut pada saat puasa baik dari pencernaan yang mengeluarkan gas lambung hingga tercipta aroma yang kurang sedap, permasalahan gigi dan mulut, atau masalah pada rongga hidung.

Untuk mengurangi masalah bau yang ditimbulkan dari gigi dan mulut, ada beberapa tips yang bisa dilakukan setiap hari selama bulan puasa seperti yang diungkapkan drg. Mia saat ditemui Health-Liputan6.com di salah satu tempat prakteknya di Jakarta Pusat pada Kamis

1. Menyikat gigi yang benar

Usai sahur dan sebelum tidur pastikan Anda telah menyikat gigi dengan benar. Baik sisi depan, belakang hingga permukaan kunyah gigi belakang pada rahang atas dan bawah agar tak ada sisa makanan tertinggal di gigi.

2. Bersihkan sela gigi dengan benang gigi

Sisa-sisa makanan yang kecil bisa tertinggal di sela-sela gigi berpotensi menimbulkan bau. Untuk membersihkannnya gunakan benang gigi (dental floss) minimal sehari sekali.

3. Sikat bagian atas lidah

Lidah itu permukaannya kasar yang berupa tonjolan bernama papila yang memungkinkan sisa makanan menempel di atasnya. Untuk menyingkirkannya, sikat bagian atas lidah menggunakan sikat gigi atau alat khusus pembersih lidah. 

4. Konsumsi makanan sehat

Di bagian paling belakang lidah, papila makin besar dan berpotensi ada sisa makanan yang bisa menimbulkan bau mulut. Namun bagian ini tidak bisa dibersihkan dengan sikat gigi, dengan mengonsumsi makanan sehat bisa membuat sisa makanan ikut terbawa.

5. Banyak minum air putih

Bau mulut makin tajam bila kondisi mulut kering. Oleh karena itu pastikan banyak mengonsumsi air putih pada saat sahur, berbuka, dan malam hari.

6. Menghindari makanan yang timbulkan bau

Saat bulan puasa coba hindari makanan yang menyebabkan bau tajam usai dimakan seperti petai atau jengkol. 

Total Tayangan Halaman

Blogger news

 

visitor

Flag Counter